Skip to main content

Posts

Showing posts with the label masyarakat sipil

TEKNOLOGI DALAM POLITIK

MANFAAT TEKNOLOGI, INFORMASI, DAN KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN Tinjauan Kritis mengenai manfaat Teknologi dalam Kehidupan Politik Oleh : Iwan Ismi Febriyanto BAB I PEMBUKAAN LATAR BELAKANG                         Waktu, salah satu kata yang tidak bisa kita lepaskan dari hidup kita, walaupun dia tidak menunjukkan entitasny secara langsung dalam kehidupan kita. Kadang kita merasa waktu itu terlalu cepat berlalu, sehingga banyak penyesalan yang menghantui kita. Kadang pula, kita menganggap waktu itu terasa sangat lambat, sehingga yang kita rasakan adalah perasaan bosan akan sesuatu yang kita jalani saat ini. Kita sama-sama telah mengetahui, bahwasannya ada zaman atau peradaban yang memilik eksistensi tinggi jauh sebelum kita lahir, contohnya zaman yunani kuno, zaman renaisans,

Konsep dan Tipologi Civil Society dalam Negara Demokrasi

Civil Society “Konsep dan Tipologi Civil Society dalam Negara Demokrasi” Oleh : Iwan Ismi Febriyanto Defini Civil Society             Dalam masyarakat liberal, civil society adalah embrio bagi liberalisme. Dalam konsepsi Tocqueville, dimana masyarakat hidup dalam tatanan komunal, tidak tergantung dari campur tangan negara. Dapat mengorganisasi kebutuhan sendiri dan hanya terikat dengan aturan-aturan lokal. Sedangkan negara hanya mampu melakukan intervensi pada hal-hal tertentu. Namun negara masih dibutuhkan untuk membuat peraturan legal. Namun kekuasaannya harus diminimalisir. Kontrol terhadap kekuasaan negara ini dapat dilakukan dengan distribusi kekuasaan dan dilakukannya pemilihan umum secara teratur, jadi kekuasaan monopoli dapat dicegah. Tocqueville mendefinisikan civil society sebagai wilayah-wilayah kehidupan sosial yang terorganisir dan bercirikan antara lain kesukarelaan, keswasembadaan dan keswadayaan, ke...

Civil Society

Civil Society “Konsep dan Tipologi Civil Society serta perkembangannya di Indonesia” Oleh : Iwan Ismi Febriyanto Sejarah Singkat perkembangan Civil Society             Pada abad kedelapan belas, A. Ferguson (1767) menganggap masyarakat sipil sebagai keadaan berwarga negara dan merupakan konsekuensi peradaban. Namun, ia juga menganggap masyarakat sipil sebagai istilah politik ketika membedakan negara Barat dari despotisme oriental. Lagi pula, istilah itu memiliki konotasi ekonomi ketika membedakan peradaban dari masyarakat (keadaan barbar) yang tidak mengakui hak milik pribadi. Analisis mengenai masyarakat sipil juga telah dituangkan dalam pemikiran Hegel dan Marx pada tahun 1837. Karl Marx melanjutkan pemikiran Hegel tentang civil society dalam mengembangkan teorinya tentang masyarakat kapitalis. Tetapi, dia melihat civil society dari perspektif determinisme ekonomi bahwa modus produksi kehidupan materiallah yang ter...

CIVIL SOCIETY DAN PARTAI POLITIK

PAPER CIVIL SOCIETY DAN PARTAI POLITIK : Tinjauan mengenai gerakan civil society dan relasinya terhadap partai politik dalam porses demokratisasi di Indonesia Oleh : Iwan Ismi Febriyanto A. PENDAHULUAN      A.1 Latar Belakang Selama 14 tahun paska runtuhnya kekuasaan pemerintahan Orde Baru, politik Indonesia telah mengalami perubahan dan dinamika sosial politik yang dramatis. Di awal masa Reformasi, euphoria kebebasan politik telah memberi celah munculnya kekuatan-kekuatan politik baru yang selama masa Orde Baru tidak dimungkinkan terjadi. Pembatasan jumlah partai politik di era Orde Baru telah berubah menjadi era mulitpartai pada Pemilu 1999 dan pemilu-pemilu selanjutnya. [1] Kekuatan organisasi masyarakat lainnya seperti LSM ataupun organisasi yang sejenis juga meningkat jumlahnya secara drastis bila dibandingkan dengan masa Orde Baru. Di samping itu, perubahan kelembagaan politik setelah Reformasi juga mengalami perubahan, seperti adanya pengu...

PERIHAL CIVIL SOCIETY

PAPER PERIHAL CIVIL SOCIETY Gerakan Civil Society dalam bingkai sejarah Indonesia pada masa pasca Orde Baru dan pengaruhnya terhadap demokratisasi Oleh : Iwan Ismi Febriyanto A. PENDAHULUAN      A.1 Latar Belakang             Secara historis civil society di Indonesia telah muncul ketika proses transformasi akibat modernisasi terjadi yang menghasilkan pembentukan masyarakat baru yang berbeda dengan masyarakat tradisional. Dengan demikian, akar civil society di Indonesia bisa dirunut secara historis semenjak terjadinya perubahan sosial ekonomi pada masa kolonial Belanda. Hal tersebut mendorong terjadinya pembentukan masyarakat baru lewat proses industrialisasi, urbanisasi, dan pendidikan modern. Hasilnya antara lain adalah munculnya kesadaran baru di kalangan kaum elit pribumi yang kemudian mendorong terbentuknya organisasi-organisasi sosial modern di awal abad 20. Dalam perjalanannya, pertum...